Studi Kasus UX : Merancang Pengalaman Pengguna Lebih Baik — Aplikasi Seluler Adidas

Introduction

Saya akan membahas layanan online yang menawarkan berbagai macam produk dari brand adidas yang akan langsung dikirim ke depan pintu rumah anda.

Untuk mempersiapkan studi kasus ini, saya telah menggunakan aplikasi ini untuk sementara waktu dengan mengamati fitur dan mendefinisikan taskflow yang ada. Desain ulang ini bertujuan merancang pengalaman user yang lebih baik, menyederhanakan antarmuka untuk meminimalisir gesekan dan membuat pengalaman yang mulus.

About Adidas Mobile Application

Aplikasi seluler adidas adalah situs belanja online dengan tagline “Adidas Indonesia di ujung jari Anda. Berbelanja produk terbaru kami dengan Cepat & Mudah”. Situs ini, dipersonalisasikan untuk Anda yang sedang mencari sepatu, pakaian dan aksesoris terbaru dari brand Adidas. Aplikasi ini juga memiliki beberapa opsi pembayaran dari Transfer Bank sampai Go-Pay.

Objective

1. Cari tahu bagaimana tingkah laku orang terhadap aplikasi adidas.

2. Mencari tahu apakah pengguna mampu menyelesaikan task yang ada (membeli barang online).

3. Melakukan pengujian hypothesis dan mencadangkan hypothesis dengan data.

4. Temukan pain points pada pengelaman pengguna.

5. Membuat solusi untuk mengatasi pain points tersebut.

6. Membuat solusi desain dan memvalidasi.

Hypothesis

Setelah saya pahami fitur, saya menemukan beberapa masalah ketika saya menggunakan apliksi ini. Berikut ini adalah hasil pengujian yang saya lakukan :

Ø pengguna aplikasi adidas mengalami kesulitan karena tidak adanya fitur searching.

Ø pengguna aplikasi adidas mengalami kesulitan saat akan mengakses fitur karena fitur yang kurang efisien.

Ø pengguna aplikasi adidas mengalami keresahan saat akan melihat detail produk karena detail produk yang kurang informatif.

Ø pengguna adidas mengalami kesulitan untuk memastikan kualitas produk karena tidak adanya fitur review pelanggan.

Ø pengguna aplikasi adidas mengalami keresahan saat akan mengedit dan menghapus barang karena design yang kurang efisien

Proses

https://www.goodnewsfromindonesia.id/wp-content/uploads/images/source/desstutt/202030031_4THiK_g7e8NrzfOks6fYsQ.png
https://www.goodnewsfromindonesia.id/wp-content/uploads/images/source/desstutt/202030031_4THiK_g7e8NrzfOks6fYsQ.png

1. Emphatize

Untuk dapat memberikan solusi yang tepat dan baik saya membangun pemahaman mengenai pengguna dengan melakukan sejumlah penelitian untuk mengetahui kebiasaan, kebutuhan, dan kesulitan yang dialami oleh pengguna. Dengan melakukan 2 metode penilitian termasuk pengujian kegunaan jarak jauh dan wawancara pengguna.

Sasaran

Untuk riset ini saya membutuhkan 5 participant dengan kriteria, pengguna aktif e-commerce yang melakukan beberapa perbelanjaan selama 4 bulan terakhir.

User Interview

Saya mulai dengan melakukan wawancara pengguna dengan 5 orang untuk memvalidasi lebih lanjut. Pertanyaan wawancara berpusat pada proses pencarian barang dan menambahkan item ke keranjang dalam aplikasi. Saya ingin tahu apakah hipotesis saya tervalidasi atau tidak melalui wawancara pengguna ini.

Key Findings :

  1. Sebagian besar pengguna memilih Adidas daripada platform lainnya karena produk yang dijual adalah produk original Adidas. Selain itu, Pengguna juga bisa mendapatkan berbagai penawaran.
  2. Sebagian besar pengguna merasa kebingungan karena pengguna menghadapi beberapa masalah saat memilih barang dan mencari barang.
  3. Sebagian besar pengguna sudah memiliki niat untuk membeli suatu produk, tetapi banyak dari mereka merasa kurangnya motivasi untuk membeli produk karena tidak bisa melihat ulasan produk yang mengakibatkan pengguna ragu untuk membelinya.
  4. Sebagian pengguna tidak menggunakan menu slider karena kurang informatif dan ituitif.
  5. Sebagian pengguna mengalami masalah pada saat mengetuk tombol more details.
  6. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pembeli adalah harga produk, gratis ongkir dan kualitas barang.
  7. Penilaian pengguna penting bagi pengguna karena dapat memastikan kualitas produk.

Usability Testing

Bayangkan anda berada di suatu kondisi dimana salah satu e-commerce mengadakan flash-sale, tetapi anda memiliki batasan waktu. Bagaimana menyelesaikan pembelian dengan mudah dan cepat?

Pengguna diminta membayangkan skenario diatas untuk menunjang penelitian. Untuk mendukung skenario diatas saya telah menyiapkan daftar tugas yang harus dilakukan pengguna. Selama partisipan melakukan uji kegunaan, partisipan diminta untuk dapat memberikan jawaban yang jujur atau berdasarkan apa yang sudah pernah dialami.

Pengguna diminta untuk melakukan tugas-tugas di bawah ini:

  1. Temukan sepatu yang Anda ingin beli.
  2. Cari tahu informasi tentang sepatu yang ingin Anda beli.
  3. Simpan item yang Anda inginkan ke keranjang.

Key Findings:

  1. Pengguna memiliki masalah dalam memilih kategori produk karena terlalu banyak kategori yang sama dan beberapa konvensi penamaan kategori membingungkan.
  2. Ketika pengguna ingin mencari barang, pengguna kesulitan karena di halaman utama tidak tersedia box searching.
  3. Pengguna merasa kebingungan dimana letak kode promo.
  4. Pengguna adidas mengalami kesulitan untuk memastikan kualitas produk karena tidak adanya fitur review pelanggan.
  5. Pengguna aplikasi adidas keresahan karena design kerajang yang kurang efisien dan terlihat aneh.

Playstore review

Selain melakukan penelitian langsung saya juga melakukan penelitian dengan melihat ulasan aplikasi adidas di playstore untuk menambah wawasan. Ini adalah beberapa ulasan yang saya tangkap di aplikasi adidas.

Ulasan Aplikasi Seluler Adidas

2. Define

Affinity Mapping

Setelah melakukan pengumpulan data dari proses pengujian kegunaan dan wawancara, saya mulai menguraikan masalah dan keluhan yang dimiliki setiap pengguna. Kemudian mengelompokkan poin masalah pengguna dan mengkategorikannya menurut masalah serupa melalui pemetaan affinity. Perekat merah melambangkan perbandingan pengguna, biru melambangkan masalah yang dihadapi pengguna dan kuning melambangkan kutipan perkataan pengguna.

Persona

Persona menggambarkan pengguna biasa, demografi, perilaku, tujuan, pain points, dan frustrasi mereka. Ini membantu saya untuk melihat pengalaman ujung ke ujung dari sudut pandang luas.

Job Stories

Saya juga menggunakan kerangka kerja yang harus diselesaikan untuk membuat pernyataan pekerjaan berdasarkan wawancara pengguna untuk lebih memahami motivasi, situasi, dan hasil mereka dalam menggunakan Adidas.

Prioritizion Map

Selanjutnya saya membuat peta prioritas. Untuk membantu memprioritaskan masalah, saya menggunakan peta 2x2 untuk membantu memberi peringkat kategori masalah berdasarkan seberapa penting masalah. Dan saya juga berasumsi bahwa tujuan bisnis utama dari aplikasi ini adalah untuk meningkatkan pendapatan seluler yang sejalan dengan tujuan aplikasi Adidas. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk fokus pada peningkatan pengalaman dalam aplikasi khususnya daftar produk dan keranjang.

Define Problem

Pain Point 1 : Navigasi dan interaksi beranda.

  1. Tidak adanya box search menyulitkan pengguna.
  2. Fitur slider jarang digunakan pengguna karena kurang intuitif dan informatif.
  3. Pemilihan kategori yang sama dan beberapa konvensi penamaan kategori membingungkan Berdasarkan uji kegunaan.
  4. Tidak ada fitur rekomendasi.
  5. Letak keranjang yang sulit dijangkau.
  6. Letak kode promo yang sulit dijangkau.
  7. Bottom bar yang sulit dijangkau oleh jari jempol pengguna.

Pain Point 2 : Pilihan Kategori.

  1. Tampilan kurang menarik dan tombol yang terkesan hanya tulisan biasa.

Pain Point 3: Katalog Produk.

  1. Tidak ada rating bintang. Mereka perlu menggali setiap halaman item untuk melihat ulasan dan rating bintang. Mengingat perilaku pengguna yang tidak ingin membuang banyak waktu, Berapa banyak waktu yang akan dihabiskan?
  2. Beberapa pengguna berbagi bahwa prosedur daftar item itu membosankan.

Pain Point 4: Detail Produk.

  1. Pengguna tidak mengetahui akan adanya slider free cod.
  2. More details kurang intuitif.
  3. Pengguna adidas mengalami kesulitan untuk memastikan kualitas produk karena tidak adanya fitur review pelanggan.

Pain Point 5: Keranjang.

  1. pengguna aplikasi adidas mengalami kesulitan pada saat memilih barang yang akan dibeli pada keranjang karena tidak adanya fitur pilih barang.
  2. Pengguna aplikasi Adidas mengalami kebingungan saat akan mengedit warna, size dan jumlah item.

3. Ideate

Low Fidelity

Saya mulai membuat sketsa solusi di atas kertas untuk memberikan kebebasan pada aliran pemikiran saya dan tidak dibatasi oleh detail.

High Fidelity

Design Solution

Pain Point 1: Navigasi dan interaksi beranda.

Pain Point 2: Pilihan Kategori.

Pain Point 3: Katalog Produk.

Pain Point 4: Detail Produk.

Pain Point 5: Keranjang.

4. Prototype

5. Testing and Validation

Setelah membuat desain High Fidelity yang saya buat melalui Adobe XD. Saya melakukan tes untuk memvalidasi pain points utama. Pengguna berhasil menyelesaikan taskflow yang saya buat yang bertujuan untuk merancang pengalaman user yang lebih baik, menyederhanakan antarmuka untuk meminimalisir gesekan dan membuat pengalaman yang mulus.

Saya menguji 5 orang yang diwawancarai sebelumnya untuk mencoba hasil yang saya buat.

Feedback from Participant

  1. Aplikasinya sangat mudah dan simple dalam penggunaannya, tahapannya cukup jelas dan tidak memakan banyak waktu.
  2. Adanya informasi tentang ulasan produk, jadi saya tidak bisa memastikan kualitas produk.

Conclusion

Dari hasil validasi yang telah dilakukan, desain yang dibuat memberikan kemudahan bagi pengguna. Tapi saya masih harus banyak mengembangkan dan meningkatkan dalam hal UX dan UI. Seperti yang saya ketahui ketika design thinking ini terbentuk tidak hanya berhenti sampai pada implementasi saja tetapi harus ada evaluasi untuk pengembangan aplikasi ini.

Note : Studi Kasus ini digunakan sebagai pengalaman pendidikan.

Terima kasih telah membaca studi kasus ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan. Jika ada tanggapan bisa anda tulis di kolom komentar di bawah agar saya bisa memperbaiki diri lebih baik lagi.

Saya sangat menghargai 1 tepuk tangan dari kalian.

Credits

  • icons : flaticon.com

--

--

Dribbble : Sharen Alicia Ayugi

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store